Upaya Penurunan Stunting, BKKBN Jatim dan Komisi IX DPR-RI Gelar Sosialisasi Pengasuhan 1000 HPK di Jember

0
15 views
upaya-penurunan-stunting-bkkbn-jatim-dan-komisi-ix-dpr-ri-gelar-sosialisasi-pengasuhan-1000-hpk-di-jember
Bangga Kencana II Jember – BKKBN Jatim melaksanakan kegiatan Sosialisasi Pengasuhan 1000 HPK dan Balita bersama Mitra Kerja. Kegiatan ini dilaksanakan di Hotel Royal Jember, Rabu (23/11).

upaya-penurunan-stunting-bkkbn-jatim-dan-komisi-ix-dpr-ri-gelar-sosialisasi-pengasuhan-1000-hpk-di-jember

Kegiatan ini dihadiri oleh Ir. Nur Yasin, MBA, MT selaku Anggota Komis IX DPR-RI. Kepala Perwakilan BKKBN Jatim, Dra. Maria Ernawati, M.M., diwakili oleh Ronald Stefen Rigo, SE, selaku Kepala UPT Badiklat KKB Jember. Drs. Suprihandoko, MM, selaku Kepala Dinas P3AKB Kab. Jember. 145 peserta yang terdiri dari Penyuluh KB, keluarga Baduta dan Balita, Kader BKB, CoE Poktan dan Insan GenRe.

Supri Handoko selaku Kepala Dinas P3AKB Kab. Jember dalam sambutannya, memberikan semangat kepada seluruh peserta dalam mengikuti kegiatan Sosialisasi Pengasuhan 1000 HPK dan Balita serta dapat melaksanakan tugas pelaksanaan sosialisasi pengasuhan 1000 HPK kepada masyarakat terkait penurunan Stunting.

Mewakili Kepala Perwakilan BKKBN Jatim, Ronald Stefen Rigo, S.E, selaku Kepala UPT Badiklat KKB Jember, dalam sambutannya menyampaikan bahwa dalam upaya penurunan angka stunting diperlukan berbagai terobosan.

“Kegiatan Sosialisasi pengasuhan balita ini adalah salah satu terobosan untuk menurunkan angka Stunting dan kegiatan ini juga merupakan gerakan untuk menyebarluaskan informasi pentingnya 1000 HPK pada seluruh elemen masyarakat,” kata Rigo.

“Masa awal kehidupan setiap individu merupakan masa paling fundamental dalam keseluruhan tahapan kehidupan atau sering disebut Golden Period yaitu di masa 1000 HPK (Hari Pertama Kehidupan) dimana 80% perkembangan otak seorang manusia dibentuk, untuk itu perlu kita per,” tambah Rigo.

“Kualitas pengasuhan sangat menentukan kualitas generasi penerus yang dilahirkan oleh satu keluarga. Mencetak para orang tua yang cerdas dan terampil dalam pendampingan dan pengasuhan tumbuh kembang pada anak menjadi langkah sangat strategis dalam rangka perencanaan melahirkan generasi penerus yang berkualitas serta langkah strategis untuk mencegah bayi baru lahir stunting,” imbuh Rigo lagi.upaya-penurunan-stunting-bkkbn-jatim-dan-komisi-ix-dpr-ri-gelar-sosialisasi-pengasuhan-1000-hpk-di-jember

Kejadian stunting merupakan salah satu masalah gizi yang dialami oleh balita di dunia dan Indonesia sampai dengan saat ini. Berdasarkan hasil Joint Child Malnutrition Estimates (JME) antara UNICEF, WHO, dan World Bank Group pada April tahun 2021, sebanyak 149,2 juta anak balita di dunia mengalami stunting pada tahun 2020.

Ir. H. Nur Yasin selaku Anggota Komisi IX DPR-RI, dalam sambutannya mengatakan siap mendukung penuh program BKKBN Jatim dalam percepatan penurunan stunting dan sosialisasi pengasuhan 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Menurut Nur Yasin dengan adanya kegiatan ini dalam rangka pencegahan stunting bisa berdampak positif kepada terwujudnya generasi emas Indonesia.

“Untuk mencetak generasi Emas, sangat penting mengawal 1000 Hari Pertama Kehidupan dan seriusnya penangan stunting ini. Karena ini bisa berpengaruh hebat dalam pembentukan generasi bangsa yang cerdas dan berdaya saing,” pungkas Nur Yasin.upaya-penurunan-stunting-bkkbn-jatim-dan-komisi-ix-dpr-ri-gelar-sosialisasi-pengasuhan-1000-hpk-di-jember

Setelah acara pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan dialog interaktif dan pemaparan materi dari dokter, ahli gizi dan perwakilan BKKBN Jatim.@Red

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here