Sosialisasi Sungkono dan BKKBN Jatim dalam Percepatan Penurunan Stunting di Aula SMAN 4 Sidoarjo

0
2 views
sosialisasi-sungkono-dan-bkkbn-jatim-dalam-percepatan-penurunan-stunting-di-aula-sman-4-sidoarjo
Bangga Kencana || Sidoarjo – Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur ( BKKBN Jatim ) bersama mitra Komisi IX DPR RI H. Sungkono, menggelar Kegiatan Edukasi Kespro dan Gizi bagi Remaha, di Aula SMAN 4 Sidoarjo. Minggu (6/11).

bkkbn-jatim-dan-sungkono-edukasi-kespro-dan-gizi-bagi-remaja-di-aula-sman-4-sidoarjoHadir dalam kegiatan ini Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur, Dra Maria Ernawati M.M., yang diwakili oleh Koordinator Bidang Latbang Perwakilan BKKBN jawa Timur, Sukamto, S.E, M.Si, Komisi IX DPR RI H. Sungkono, Kepala Bidang KBKK Dinas P3AKB Sidoarjo.

Kejadian stunting merupakan salah satu masalah gizi yang dialami oleh balita di dunia dan Indonesia sampai dengan saat ini. Berdasarkan hasil Joint Child Malnutrition Estimates (JME) antara UNICEF, WHO, dan World Bank Group pada April tahun 2021, sebanyak 149,2 juta anak balita di dunia mengalami stunting pada tahun 2020.

bkkbn-jatim-dan-sungkono-edukasi-kespro-dan-gizi-bagi-remaja-di-aula-sman-4-sidoarjoSungkono, selaku Anggota Komisi IX DPR-RI, mengapresiasi upaya percepatan penurunan stunting di Sidoarjo yang telah dilakukan oleh beberapa elemen masyarakat. Termasuk mengapresiasi atas terselenggaranya kegiatan Edukasi Kespro dan Gizi bagi Remaja ini.

Sungkono juga memberikan motivasi sekaligus berpesan kepada remaja untuk memiliki perencanaan yang baik, sehingga mampu melewati masa transisi kehidupan remaja dengan optimal.

“Remaja harus mulai merencanakan pernikahan, merencanakan kehamilan dan kelahiran dengan baik agar anak-anak yang dilahirkan dapat tumbuh dan berkembang secara optimal sehingga tercipta SDM unggul ke depan,” kata Sungkono.

“Tapi jangan lupa bahwa antara Iman, Taqwa dan IPTEK harus seimbang. Jangan hanya mengejar IPTEK, tapi iman taqwa dikesampingkan, akhirnya yang sering terjadi banyak remaja yang terbawa arus negatif,” pungkas Sungkono.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur, yang diwakili oleh Sukamto, S.E, M.Si selaku Koordinator Bidang Latbang, menjelaskan bahwa prevalensi stunting di Jawa Timur tahun 2021 adalah sebesar 23.5%. Menurut Sukamto, salah satu strategi untuk menekan angka prevalensi Stunting adalag melalui program GenRe atau Generasi Berencana.

“Program GenRe telah dikembangkan dan diintegrasikan dengan berbagai program lainnya untuk terus mengatasi berbagai permasalah remaja, termasuk untuk mengatasi Stunting,” ungkap Sukamto.

“Merespon berbagai permasalahan remaja yang ada saat inj, BKKBN telah mengembangkan kurikulum pedoman bagi Pendidik Sebaya yang diberi nama Tentang Kita. Modul Tentang Kita dalam proses penyusunannya sudah melibatkan representatif remaja, dengan demikian semua yang ada di modul Tentang Kita telah terkonfirmasi oleh remaja sebagai pengguna modul,” pungkas Sukamto.

bkkbn-jatim-dan-sungkono-edukasi-kespro-dan-gizi-bagi-remaja-di-aula-sman-4-sidoarjoRachmad Satrijawan, S, Sos, M.H.P selaku
Kepala Bidang KBKK Dinas P3AKB Sidoarjo menyampaikan tentang peran pemerintah Sidoarjo dalam upaya mencetak remaja sebagai generasi emas.

“Pemerintah terus mendorong untuk meminimalisir nikah dini dengan melakukan berbagai cara yang strategis. Pernikahan dini dapat beresiko pernikahan stunting. Adik-adik ini adalah calon pemimpin bangsa, kelanjutan masa depan bangsa ada di adik-adik semua. Maka jauhi diri dari berbagai perilaku beresiko, termasuk nikah dini,” kata Rachmad.

Setelah acara pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi dan implementasi Modul Tentang Kita yang dipandu oleh Haydar, Vendo, Ilmia dan Jasmine selaku Fasilitator Tentang Kita provinsi Jawa Timur. @Red

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here