Sinergi Yahya Zaini dan BKKBN Jatim dalam Percepatan Penurunan Stunting di Dusun Tengger Nganjuk

0
1 views
sinergi-yahya-zaini-dan-bkkbn-jatim-dalam-percepatan-penurunan-stunting-di-dusun-tengger-nganjuk
Bangga Kencana || Nganjuk – BKKBN Jatim menggelar kegiatan Promosi KIE Program Bangga Kencana dan Penurunan Stunting Bersama Mitra Kerja Komisi IX DPR RI M. Yahya Zaini, SH., di Dusun Tengger Desa Blongko Kecamatan Ngetos Kabupaten Nganjuk. Sabtu (5/11).

giat-bkkbn-jatim-dan-dpr-ri-edukasi-bangga-kencana-di-dusun-tengger-nganjukPersoalan stunting atau kondisi gagal tumbuh karena kekurangan gizi kronis yang ditandai dengan tinggi badan anak yang lebih pendek dibanding anak-anak seusianya merupakan persoalan yang harus segera diselesaikan bersama.

Stunting berakibat kurang optimalnya perkembangan otak sehingga kecerdasan kurang hal ini tentu sangat merugikan dan mengancam upaya mewujudkan generasi penerus dengan kualitas SDM unggul.

Berkaitan dengan stunting presiden Joko Widodo menunjuk Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) sebagai badan yang bertanggung jawab dan mengetuai pelaksanaan percepatan penurunan angka stunting (kekerdilan pada anak) di Indonesia. Hingga tahun 2024 mendatang, penurunan angka tersebut ditargetkan untuk turun hingga 14 persen.

giat-bkkbn-jatim-dan-dpr-ri-edukasi-bangga-kencana-di-dusun-tengger-nganjukPemerintah menaruh perhatian besar bagi upaya penurunan angka stunting ini. Sebab, masalah stunting dapat memengaruhi kualitas SDM Indonesia di masa mendatang. Anggota Komisi IX DPR RI M. Yahya Zaini, SH melalui Tenaga Ahli  menyampaikan dukungannya terhadap program BKKBN dalam percepatan penurunan stunting.

Menurutnya upaya percepatan penurunan stunting merupakan investasi bangsa yang sangat berarti untuk masa depan. Upaya ini perlu dipastikan berjalan dengan baik sesuai target yang telah ditetapkan.

Koordinator Bidang ADPIN Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur, Dra. Sofia Hanik, MM yang mewakili Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur, Dra. Maria Ernawati, MM., menjelaskan bahwa penurunan dan pencegahan stunting harus dimulai dari hulu, dari remaja, calon pengantin, dan PUS serta terutama ibu hamil dan keluarga baduta.

“Pemahaman masyarakat tentang pentingnya masa 1000 Hari Pertama Kehidupan diharapkan akan merubah perilaku menuju pengasuhan dan pemenuhan kebutuhan gizi yang optimal di masa awal kehidupan tersebut,” terang Sofia.

Sementara itu, Widi Cahyono, S.STP, M.Si Camat Ngetors mewakili OPD-KB Kabupaten Nganjuk menyampaikan kesiapan pemerintah daerah  khusunya di Kecamatan Ngetos mendukung percepatan penurunan stunting sesuai kebijakan dan strategi dari pusat yang dikembangkan dan disesuaikan dengan kondisi daerah.

sinergi-yahya-zaini-dan-bkkbn-jatim-dalam-percepatan-penurunan-stunting-di-dusun-tengger-nganjuk“Salah satu bentuk dukungan tersebut adalah adanya dorongan untuk mengalokasikan Dana Desa untuk percepatan penurunan stunting,” pungkas Cahyono. @Red

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here