Giat BKKBN Jatim dalam Rangka Penurunan Stunting di Pamekasan

0
4 views
giat-bkkbn-jatim-dalam-rangka-penurunan-stunting-di-pamekasan
Bangga Kencana || Pamekasan – Perwakilan BKKBN Jatim menyelenggarakan Sosialisasi pertemuan Internalisasi Pengasuhan Balita dalam rangka Penurunan Stunting kepada Masyarakat yang bertempat di ruang pertemuan Pusat Kegiatan Guru SDN Bugih 1 Kabupaten Pamekasan. Selasa (11/10).

giat-bkkbn-jatim-dalam-rangka-penurunan-stunting-di-pamekasanKegiatan ini dihadiri Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur Dra. Maria Ernawati, M.M., diwakili oleh Nur Hotimah, S.Sos, M.PSDM selaku Sub Koordinator Balita, Anak dan Lansia, Dra. Yudistinah, M.M., selaku Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Pamekasan.

Dra. Yudistinah, M.M., selaku Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Pamekasan menjelaskan, Dalam program percepatan penurunan stunting, pemerintah melakukan dua macam intervensi yaitu intervensi spesifik dan intervensi sensitif. Intervensik spesifik dilakukan oleh Dinas Kesehatan dan untuk intervensi sensitif dilakukan oleh beberapa OPD terkait salah satunya OPD KB Kabupaten Pamekasan.

OPD terkait ini saling bersinergi dan berkolaborasi dengan melakukan berbagai kegiatan yang dilakukan dalam upaya penurunan stunting dapat tercapai. Sinergi dan kolaborasi ini juga diwujudkan dengan adanya tim TPPS  yang ada mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan hingga ke desa. Beliau juga menegaskan.

giat-bkkbn-jatim-dalam-rangka-penurunan-stunting-di-pamekasanPromosi, komunikasi, informasi dan edukasi mengenai 1000 HPK menjadi kegiatan untuk mendukung intervensi sensitif yang dilakukan oleh OPD KB melalui kegiatan internalisasi pengasuhan balita ini”.

Di kesempatan yang sama, Nur Hotimah, S.Sos, M.PSDM selaku Sub Koordinator Balita, Anak dan Lansia mengungkapkan BKKBN ditunjuk sebagai koordinator percepatan penurunan stunting oleh Presiden RI. Bersumber data SSGBI (survei status gizi balita Indonesia) Tahun 2019 yang menyebutkan Indonesia berada di angka 27,67% mengalami status balita stunting.

Untuk Jawa Timur berada di angka 26,86% sedangkan Kabupaten Pamekasan  sejumlah 27,13%. Ini perlu menjadi perhatian bersama dan prioritas.

“Diharapkan sinergi dan kolaborasi apik antara Penyuluh KB dan TPK dalam upaya percepatan penurunan stunting,” imbuhnya.

Selain itu penyebarluasan informasi 6 (enam) cara cegah stunting;1. minum tablet tambah darah bagi ibu hamil, 2 konsumsi makanan bergizi, 3.menjaga kebersihan dengan cuci tangan dan sanitasi, 4 ASI Ekslusif 6 bulan dan ASI-MPASI hingga 2 tahun.

giat-bkkbn-jatim-dalam-rangka-penurunan-stunting-di-pamekasan5.  imunisasi lengkap, vitamin dan obat cacing dan terakhir 3 (tiga) kunci stunting yaitu paham arti stunting, paham akibat stunting dan paham cegah stunting diharapkan lebih gencar dan massive diberbagai lapisan masyarakat. @red.nur

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here