Giat Koordinator Bidang ADPIN BKKBN Jatim Melalui Workshop New Media di Malang

0
11 views
ADPIN BKKBN Jatim

Bangga Kencana || Malang – Koordinator Bidang ADPIN BKKBN Jatim, Dra. Sofia Hanik, M.M., mewakili Kaper BKKBN Jatim, Dra. Maria Ernawati M.M., membuka Kegiatan ” Pengembangan Desain Materi Promosi KIE Program Bangga Kencana Berdasarkan Segmentasi Sasaran dan Wilayah Melalui Workshop New Media,” di Hotel Atria Malang. Selasa (24/05/2022).

ADPIN BKKBN Jatim

Dengan narasumber dari TVRI Jawa Timur Bapak Rafael Fonda, S.Sos., dan Rahmad Zakariyah Content creator atau pembuat konten, konsultan media sosial PDAM dan PERPAMSI. Yang dihadiri 38 orang peserta terdiri dari Kabid / Kasubbid yang membidangi Advokasi dan KIE dari OPD-KB Kabupaten/Kota se-Jawa Timur.

Awal Agustus 2021, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo telah menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting. Peraturan ini merupakan wujud komitmen pemerintah dalam mempercepat pencapaian target penurunan stunting menjadi 14% pada 2024, sesuai amanat Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2020-2024.

Sudah saatnya, para pengelola Advokasi dan KIE, terlebih para pengelola media sosial di lembaga pemerintahan memiliki perencanaan dan pengelolaan yang baik dan terukur. Konten-konten yang dibuat oleh lembaga pemerintahan mempunyai tuntutan yang tinggi karena merupakan representasi negara dan organisasi.

Guna mendukung suksesnya pelaksaaan program Bangga Kencana dan penurunan angka stunting menjadi 14% di tahun 2024 dan optimalisasi KIE Program Bangga Kencana, kehadiran new media menjadi sebuah hal yang tidak dapat dipisahkan.

Program Bangga Kencana ini memiliki 3 aspek. Pertama, Pembangunan Keluarga. Bagaimana membina keluarga mulai dari balita dan anak, keluarga remaja dan juga bagaimana membina keluarga lansia agar menjadi lansia Tangguh.

ADPIN BKKBN Jatim

Kedua, Hal yang terkait grand design kependudukan serta pelaksanaan pembangunan yang sangat dipengaruhi oleh jumlah dan kualitas penduduk yang ada.

Ketiga, Keluarga berencana. Dalam hal ini keluarga berencana bukan hanya dilihat dan bicara masalah alat kontrasepsi semata, tapi keluarga berencana juga mencakup bagaimana Kesehatan reproduksi dan perencanaan keluarga agar bisa mewujudkan keluarga berkualitas.

New media merupakan segala jenis media dari artikel koran dan blog, musik, podcast yang disampaikan secara digital dan media social merupakan salah satu bentuk new media yang saat ini penggunaannya sangat massif Media sosial telah digunakan dalam layanan pemerintah belakangan ini, dan proses adopsi terus berkembang. Namun, sebagian besar pemerintah di dunia menggunakan media sosial hanya untuk tujuan informasional.

Penggunaan media sosial tidak selalu dilakukan secara maksimal di pemerintahan. Tingginya jumlah pengikut palsu dan maraknya aksi buzzer di media sosial menjadi tantangan dalam pengelolaan media sosial saat ini. Pembuatan konten hoaks ini merupakan kemampuan pengguna sepenuhnya, baik menciptakan, mengubah atau memodifikasi, hingga menyebarkan kembali melalui media sosial.

ADPIN BKKBN Jatim

Efek dari penyebaran pesan hoaks ini diperparah dengan kondisi sebagian besar masyarakat Indonesia yang cenderung mudah percaya begitu saja dengan berita yang beredar.

Pengelola Advokasi dan KIE, terutama pengelola media sosial merupakan garda terdepan yang dapat memonitor hoaks yang beredar dan secepatnya membuat konten yang melakukan counter-balance terhadap hoaks yang ada.

Tidak hanya menentukan channel apa yang harus digunakan dalam penyebarluasan informasi, tetapi juga bagaimana membuat konten yang menarik sehingga akan bisa menggerakkan masyarakat secara sukarela untuk menyebarluaskan ke masyarakat lainnya dan tentunya menjadi “agen” BKKBN tanpa diminta secara cepat, tepat dan akurat.

Oleh karena itu, guna meningkatkan kemampuan para pengelola Advokasi dan KIE dalam mengembangkan desain promosi dan KIE melalui new media, Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur melaksanakan Kegiatan Pengembangan Desain Materi Promosi KIE Program Bangga Kencana Berdasarkan Segmentasi Sasaran & Wilayah Melalui Workshop New Media. @red

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here