Dalam Rangka TMMD ke 113 Tahun 2022, BKKBN Jatim Bersama Kodim O802/ Ponorogo Gelar Sosialisasi Stunting dan Pelayanan KB

0
45 views
BKKBN Jatim
Bangga Kencana || Ponorogo – BKKBN Jatim bersama Kodim 0802/Ponorogo menggelar sosialisasi stunting dan pelayanan KB dalam rangka TMMD ke-113 tahun 2022 di balai prajurit Kodim 0802/Ponorogo, dengan tema “Bergandengan tangan membangun negeri memperkokoh persatuan dan kesatuan.” Rabu (18/5/2022).BKKBN Jatim

Hadir dalam kegiatan, Dandim 0802/ Ponorogo Letkol Inf Muhammad Radhi Rusin, S.I.P,, Koordinator bidang KBKR BKKBN provinsi Jawa Timur Waluyo Ajeng Lukitowati S.ST., M.M., Kepala Dinas PP Dan KB Kab. Ponorogo Drs. Harjono M.Kes., Perwira Staf dan Jajaran Danramil
Ketua Persit KCK cabang XVI Rem 081/Dsj dan tamu undangan.

Koordinator KB-KR BKKBN Jatim, Waluyo Ajeng Lukitowati, S.St., M.M., mewakili Kaper BKKBN Jatim, Dra. Maria Ernawati M.M., menerangkan sesuai Peraturan Presiden No 72 Tahun 2021 tentang percepatan penurunan stunting, BKKBN mendapatkan amanat menjadi koodinator percepatan penurunan stunting di Indonesia. Untuk melakukan penurunan prevalensi stunting Presiden RI telah mencanangkan target menjadi 14% pada tahun 2024. Namun Angka stunting masih berada pada angka 27,7% (SSGBI 2019).

“Hal ini menjadi tantangan kita bersama untuk memperkuat Program Bangga Kencana dalam mendukung Percepatan Penurunan Stunting melalui Sosialisasi Stunting dan Pelayanan KB,” ungkap bu Luki.

BKKBN Jatim

Perlu menjadi perhatian bahwa pencapaian Program KB dalam Percepatan Penurunan Stunting sangat ditentukan oleh kesertaan masyarakat terutama dalam hal ini Pasangan Usia Subur (PUS) dalam ber KB. Di samping peningkatan jumlah peserta KB Baru, komitmen Peserta KB Aktif juga perlu diperhatikan agar tidak menyebabkan peningkatan angka putus pakai dalam ber-KB.

Hal tersebut tentunya perlu didukung dengan sarana dan prasarana KB yang memadai serta tenaga pelayanan KB yang kompeten dan pemahaman masyarakat terkait Program Bangga Kencana.
Untuk terus meningkatkan komitmen masyarakat (Pasangan Usia Subur) dalam ber KB diperlukan pula adanya dukungan dari berbagai pihak terkait antara lain stakeholder, provider dan mitra kerja baik pemerintah maupun swasta untuk memberikan pelayanan KB yang berkualitas.

Karenanya sangat penting untuk terus menjalin kerjasama dalam meningkatkan komitmen dan dukungan dari berbagai pihak untuk pencapaian program Bangga Kencana. Berdasarkan hal tersebut maka dipandang perlu dilaksanakan kegiatan terintegrasi Sosialisasi Stunting dan Pelayanan KB dalam rangka TMMD (TNI Manunggal Membangun Desa) ke 113 Tahun 2022.

BKKBN Jatim

Bu Luki juga menerangkan Tahun 2022 ini TMMD kegiatan ke 113 dimana nantinya dalam 1 tahun ada 3 kali pelaksanaan TMMD. Pada TMMD ke 113 ini ada 5 (lima) kabupaten / kota yang menjadi daerah / wilayah sasaran yakni Kab. Ponorogo, Kab. Trenggalek, Kab. Tuban, Kota Madiun, dan Kota Probolinggo. Adapun pelaksanaan TMMD Ke 113 itu sendiri dari tanggal 11 Mei sampai dengan 9 Juni 2022.

Di kesempatan yang sama Dandim 0802/ Ponorogo Letkol Inf Muhammad Radhi Rusin, S.I.P, mengucapkan terimakasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas kehadirannya, dengan segala keterbatasan yang ada karena adanya pandemi Covid -19, kegiatan ini dapat di selenggarakan secara sederhana dengan waktu yang telah di tentukan.

“Dengan adanya kegiatan ini di harapkan dapat memelihara dan meningkatkan hubungan antara prajurit TNI AD dengan BKKBN Kab. Ponorogo dalam mewujudkan keluarga berencana secara optimal. Dalam pelaksanaan kegiatan ini di perlukan koordinasi yang ketat sehingga kegiatan dapat terselenggara dengan lancar baik melalui penyuluhan maupun pelayanan terhadap masyarakat,” ucapnya.

BKKBN Jatim

Dandim kesempatan itu menghimbau kepada seluruh peserta prajurit Kodim 0802/ Ponorogo dan Persit serta seluruh undangan yang hadir pada kegiatan agar membantu pemerintah untuk mengatasi penyebaran virus Corona di wilayah Kab. Ponorogo karena status wilayah Ponorogo sudah berubah dari zona kuning, dalam hal ini memperlihatkan tentang Physical Distancing dan Protokol kesehatan yang sudah ditentukan oleh pemerintah badan petugas kesehatan yang berada di lapangan.

“Intinya kita sebagai aparat mohon di bantu dalam pelaksanaan penyebaran virus Corona dan dapat di selesaikan dengan cepat. Kemudian sasaran pemerintah dalam sinergitas program keluarga berencana dan kesehatan Reproduksi serta percepatan penurunan Stunting dapat berjalan dengan lancar dan sukses,” pungkasnya.

BKKBN Jatim

Dalam kegiatan sosialisasi diterangkan beberapa hal antara lain, Pertama, Manfaat Ber KB  yang dapat mencegah kurang darah / anemia, mencegah pendarahan pada persalinan, mencegah kehamilan yang tidak diinginkan, meningkatkan Keharmonisan Keluarga, memiliki peluang besar untuk aktualisasi pasangan suami istri, tumbuh kembang anak terjamin, terpeliharanya kebutuhan Asi, dan membantu pengendalian jumlah penduduk berkontribusi kepada pengendali lingkungan dan pencapaian tujuan dan pembangunan bangsa.

 

Kedua, Alat Kontrasepsi terdiri dari yaitu Pil, Kondom, suntik, Implan, IUD Tubektomi dan Vasektomi. Ketiga, Strategi Pelayanan Berbasis Kearifan Lokal Yaitu menanamkan pola pikir bahwa anak seharusnya lebih tinggi dibandingkan dengan orangtuanya, menggali potensi masyarakat dan memahami kultur desa setempat & melibatkan tokoh masyarakat, strategi Jemput Bola oleh para kader kesehatan dan bidan desa, Melakukan sosialisasi yang bersifat bottom-up, memberikan pelatihan bagi para kader terkait sosialisasi yang diminati masyarakat.

BKKBN Jatim

Keempat, Kerangka Penanggulangan Stunting Yaitu penguatan Surveilans Kesehatan, Gizi, & Pangan, pendidikan Kesehatan dan Gizi, pelayanan Kesehatan Dasar, Pemberian Suplementasi Gizi, penyediaan Air Bersih dan Sanitasi, peningkatan Akses Pangan.

Kelima, Strategi yang dapat dilakukan sebagai upaya Percepatan Stunting di masa pandemi yaitu memanfaatkan teknologi digital baik untuk pencatatan, pelaporan, hingga pelayanan kesehatan, optimalisasi Germas untuk mensinergikan tindakan upaya promotif preventif, penajaman fokus kegiatan, perluasan target penerima manfaat termasuk perluasan cakupan penerima bansos dalam bentuk bahan pangan, prioritas layanan pada balita, melalui pelayanan kesehatan maupun kunjungan rumah, promosi dan dukungan ibu menyusui (ASI Eksklusif), kampanye gizi seimbang serta Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), edukasi dan konseling dengan memanfaatkan media dapat melalui Surat Masa Singkat (SMS), WhatsApp group, dan pemberian makanan tambahan kepada balita kurang gizi maupun ibu hamil kurang energi kronis (KEK), serta pemberian suplementasi gizi. @red

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here