Sosialisasi RAN PASTI yang Digelar BKKBN Resmi Ditutup

0
19 views
Sosialisasi RAN PASTI yang Digelar BKKBN Resmi Ditutup
Bangga Kencana || Surabaya – Sosialisasi RAN PASTI di Jawa Timur yang digelar BKKBN di Vasa Hotel Surabaya ditutup sore ini. Rabu (2/3/2022).

Hadir dalam acara penutupan, Gubernur Jawa TImur, Khofifah Indar Parawansa, Kepala BKKBN Dr (H.C) dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K)., Kepala Perwakilan BKKBN Jatim, Dra. Maria Ernawati, M.M.

Sosialisasi RAN PASTI yang Digelar BKKBN Resmi Ditutup

Hasto mengutarakan langkah-langkah teknis tindak lanjut Perpres 72 tahun 2021 dan RAN PASTI (Rencana Aksi Nasional Percepatan Penurunan Stunting Indonesia) antara lain adalah TPK di tingkat desa.

“Para tenaga di desa tentu sangat mengenal lingkungan sekitarnya termasuk keluarga yang beresiko stunting. Langkah selanjutnya adalah pendataan calon pengantin, keluarga baduta dan balita dan keluarga lain yang beresiko stunting untuk didampingi,” ujar Hasto.

Tim Percepatan penurunan stunting diharapkan segera terbentuk di tingkat Provinsi, Kab/Kota, serta Kecamatan. “Audit kasus stunting adalah mencari permasalahan stunting yang sulit diatasi untuk kemudian dicari solusinya secara bersama-sama,” ucap Hasto.

Sosialisasi RAN PASTI yang Digelar BKKBN Resmi Ditutup

Kunci percepatan penurunan Stunting adalah konvergensi dan tepat sasaran berbasis data yang akurat. Pemetaan stunting tingkat nasional. angka prevalensi di atas 30 persen merah, 20 – 30 persen kuning, di bawah 20 persen hijau.

“Di Jatim masih ada beberapa kabupaten yang masih merah berdasar data SSGI tahun 2021. Di daerah yang tinggi stunting, berdasar PK 2021 terdapat sanitasi yang kurang baik, antara lain masalah jamban yang belum layak,” ujar Hasto.

Ada beberapa kabupaten/kota yang sudah sangat rendah angka stuntingnya di Jawa Timur, antara lain Kota Mojokerto dan Kota Madiun. Sedangkan Ngawi, Trenggalek, dan Probolinggo merupakan kabupaten yang sangat cepat menurunkan stunting.

“Trend angka stunting di Jawa Timur untuk mencapai angka 14% di tahun 2024 memerlukan upaya serius. Kerjasama dengan perguruan tinggi perlu terus digalakkan untuk mempercepat penurunan stunting di Jawa Timur,” pungkas Hasto.

Sosialisasi RAN PASTI yang Digelar BKKBN Resmi Ditutup

Gubernur Khofifah dalam pemaparannya menyatakan bahwa Percepatan penurunan stunting perlu analisis situasi yang cermat, agar ketua TPPS yaitu Kepala Bapedda tersupport oleh data yang lengkap. Dari seluruh RAN PASTI harus masuk ke RKPD agar memiliki cantolan di anggaran.

“Perlu upaya memasukkan indikator percepatan penurunan stunting dalam program di berbagai tingkatan sesuai tupoksi dan disuport dengan data yang baik. Percepatan penurunan stunting yang merupakan program strategis nasional harus didukung oleh lintas sektor termasuk Proyek PSN dari TNI misalnya,” urai Khofifah.

“Jadi pendekatan penurunan stunting harus sistemtik, strategik dan programatik. Di tingkat desa selain TPK yang sudah ada Babinsa dan Babin Kamtibnas juga dapat dilibatkan karena mereka memiliki data yang cukup lengkap terkait kondisi desa binaan mereka,” lanjut Gubernur.

Percepatan penurunan stunting dapat didorong menjadi Program Prioritas Nasional agar memiliki dorongan yang kuat untuk dilaksanakan semua lini dan sektor sesuai dengan tupoksi masing-masing, termasuk dari TNI – POLRI.

“Agar menjadi isu nasional stunting harus ditarik pada issue yang lebih besar yaitu urusan meningkatkan daya saing bangsa di masa depan,” pungkas Khofifah. @red

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here