Stunting di Sidoarjo Turun di Angka 8,8 %, Melebihi Target Nasional

0
139 views
stunting di sidoarjo
Bangga Kencana, Surabaya – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo bekerja keras untuk menurunkan angka stunting. Selama tahun 2021, angka stunting di Sidoarjo berhasil turun sebesar lebih dari 4 persen yaitu dari angka 14 persen ke angka 8.8 persen.

Duta Stunting Kabupaten Sidoarjo, Sa’adah Ahmad Muhdlor mengatakan apa yang menjadi program Provinsi sudah dijalankan dengan baik di Kabupaten Sidoarjo dengan menggerakkan kader PKK dan kader Posyandu hingga tingkat RT.

“Meskipun pandemi, para kader Posyandu bersama kader PKK tetap jalan, kami door to door mengawasi para ibu hamil dan para balita yang terindikasi mengalami stunting,” jelas Sa’adah usai acara Sosialisasi Pencegahan Stunting dari Hulu dan Pengukuhan Bunda GenRe Kab/Kota sebagai Duta Stunting se-Provinsi Jawa Timur di Hotel Wydnham Surabaya, Minggu (19/12).

Bunda GenRe Kabupaten Sidoarjo ini juga menambahkan pihaknya juga sudah mengundang calon pengantin dan staff Kemenag untuk persiapan pra nikah. Selama tiga bulan sebelum pernikahan, para catin ini sudah mendapatkan materi tentang pranikah itu.

Pihaknya juga mengandeng Dinas Kesehatan untuk memberikan penyuluhan serta memberikan vitamin-vitamin untuk catin agar mereka tidak sampai mengalami anemia dan kekurangan gizi. Sebelum mereka menikah dan hamil, para catin ini sudah dipersiapkan agar saat hamil tubuh mereka benar-benar bisa memenuhi kebutuhan gizi untuk tumbuh kembang janin selama di dalam kandungan.

“Tahun depan, kami akan tetap mengulang program yang sudah dilakukan tahun ini. Namun akan lebih tingkatkan lagi,” ungkapnya.

Untuk zona merah stunting di Sidoarjo, tambah Sa’adah akan dilakukan dengan pendekatan secara psikologi. Selain itu, dari hasil penelitian yang sudah dilakukan, ada daerah-daerah tertentu di Sidoarjo yang penyerapan gizinya sangat kurang karena mereka banyak mengkonsumsi air tanah.

Pasca terjadinya bencana lumpur Lapindo, kualitas air tanah Sidoarjo menurun bahkan tercemar dengan adanya kandungan logam berat yang melebihi ambang batas.

“Kita akan sosialisasikan dan meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang bagaimana air tanah ini bisa dikomsumsi atau mengantikan air tanah itu dengan air yang lebih berkualitas,” ujarnya. @siska

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here