Program Dapur Sehat Atasi Stunting “Dashat” di Launching BKKBN DIY

0
246 views
Bangga Kencana || Yogyakarta – BKKBN DIY (Perwakilan Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional Provinsi Daerah Khusus Yogyakarta) melaunching Program Dashat (Dapur Sehat Atasi Stunting). Rabu (1/12/2021) di komplek balai kota Yogyakarta.

Dashat adalah program BKKBN DIY dalam upaya menjaga gizi dan nutrisi diperuntukan bagi perempuan yang hendak menikah, balita, ibu hamil serta ibu menyusui. Dan pelaksanaan program akan tersebar di tingkat kampung dan desa. Hal itu disampaikan Kepala Perwakilan (Kaper) BKKBN DIY, Shodiqin, S.H., M.M.

 

“Program ini sesuai Peraturan Presiden Nomor 72 tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting. Dan BKKBN diberi amanah Presiden menjadi koordinator percepatan penurunan Stunting, tapi BKKBN tidak bisa bekerja sendiri, perlu dukungan dari semua pihak dalam penurunan Stunting,” ujar Shodiqin.

Shodiqin menerangkan angka Stunting di Indonesia pada tahun 2019 sebesar  27,67 persen, dan ditarget oleh Presiden di tahun 2024 turun menjadi 14 persen.

“Upaya penurunan Stunting sudah ada program pendamping keluarga dan di DIY ada 1.852 tim, setiap tim terdiri dari bidan, anggota PKK, dan kader daerah,” ujarnya.

Shodiqin juga menerangkan bahwa BKKBN DIY mempunyai aplikasi Elsimil (Elektronik Siap Nikah dan Hamil). “Aplikasi memantau kesehatan untuk calon pengantin sebelum pernikahan,” terang Shodiqin.

Kepala BKKBN Pusat, dr. Hasto Wardoyo, SPOG (k), hadir secara daring menerangkan program Dashat adalah langka menindaklanjuti spirit dari Bapak Presiden terkait percepatan penurunan stunting yang harus menuju angka 14% di tahun 2024.

“2,5 tahun waktu tersisa,  kita harus bekerja cepat dalam rangka untuk penurunan stunting itu” ujarnya.

 

Hasto menerangkan penanganan stunting yang paling tepat adalah pada 1000 hari pertama kehidupan, yaitu sejak hamil sampai usia 2 tahun.

“Pondasi utama kehidupan manusia di masa depan dapat dipengaruhi oleh pengasuhan pada 1000 Hari pertama kehidupan, yang dimulai sejak awal konsepsi atau selama 270 hari masa kehamilan serta 730 hari setelah lahir (hingga anak berusia 2 tahun),” ujar Hasto

Hasto melanjutkan, “Pada periode tersebut, terjadi perkembangan otak, pertumbuhan badan, perkembangan sistem metabolisme tubuh dan pembentukan sistem kekebalan tubuh yang begitu cepat. Selain itu, 200 hari sebelum terjadinya konsepsi (pembuahan) harus dipersiapkan dengan baik seperti meminum vitamin yaitu asam folat, DHA, dan B3,” pungkasnya. @red.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here