Kaper BKKBN Jatim Hadiri SK Mutasi Penyuluhan KB dan Pembinaan Penyuluhan Kb di Kabupaten Kediri

0
9 views

Bangga Kencana || Kediri  – Kepala Perwakilan (Kaper) Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Timur, Drs. Sukaryo Teguh Santoso, M.Pd., hadiri secara langsung Pembinaan Penyuluh KB Kabupaten Kediri, sekaligus Penyerahan SK Mutasi Penyuluh KB, Atas Nama Drs Sigit Tri Joewano., M.Si., dan Rulita, S.H., dari Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur ke Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Tengah, Jum’at 28 Mei 2021, di Pendopo Kabupaten Kediri.

Dalam kegiatan tersebut pak Teguh, panggilan akrab Kaper BKKBN Jawa Timur, didampingi oleh Sekretaris Badan BKKBN Jatim, Shodiqin, S.H., M.M., dan Sub Koordinator Sub Bagian Kepegawaian Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur,  Wiwin Indrawahyu Vita, S.Sos.Hadir secara langsung Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Tengah, Dra. Maria Ernawati, M.M., beserta jajarannya, dan Plt Kepala Dinas P2KBP3A Kabupaten Kediri, dr. Nurwulan Andadari, MMRS, dan seluruh Penyuluh KB Kab Kediri.Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Tengah, Dra Maria Ernawati., M.M. mengungkapkan kekagumannya terhadap Para Penyuluh KB yang masih memiliki rasa nasionalisme tinggi untuk bersedia menerima tugas dalam mengembangkan Program Bangga Kencana meskipun harus jauh meninggalkan daerah asalnya.

“Ternyata ada teman-teman Penyuluh KB yang sudi untuk meniti karier jauh dari keluarga, jauh dari daerah tercintanya untuk tetap membangun Program Bangga Kencana ini di Sulawesi Tengah,” ungkap Erna.

Bagi Erna pemerataan penyuluh KB ini sangat penting agar Penyuluh KB dari Provinsi Yang sudah berhasil program KB nya dapat membagikan ilmu dan pengalamannya untuk membangun Program Bangga Kencana. “Harapan saya Pak Sigit dan Bu Rulita ini nantinya dapat membawa virus-virus positif yang mana di jawa timur ini sudah sangat berhasil menjadi berhasil juga di Sulawesi Tengah,” lanjut Erna

Sementara itu di kesempatan yang sama, Bapak Teguh, mengapresiasi tinggi terhadap Penyuluh KB yang memiliki Rasa Nasionalisme tinggi untuk meninggalkan keluarga guna meniti karier membangun Program Bangga Kencana di Sulawesi Tengah. “Saya sagat kagum terhadap rasa pengabdian yang besar bagi Pak Sigit dan Bu Rulita ini, yang memiliki motivasi tinggi untuk terus membangun Program Bangga Kencana.” ujar Pak Teguh.

“Mudah-mudahan nanti dapat membentuk tim yang hebat bersama Ibu Erna dan jajaran Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Tengah“ harap Pak Teguh.

Pak Teguh menyampaikan bahwa saat ini Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur sedang berupaya keras untuk merampungkan Pendataan Keluarga 2021. “Hasil Monitoring s.d tanggal 28 Mei 2021, capaian Keluarga terdata sebesar 73,28 % dari target 12,7 juta KK., dan Selamat kepada Kab Kediri yang sampai hari ini, capaiannya sangat baik, yaitu 93,66 %, Semoga sampai dengan akhir waktu yang ditentukan, tanggal 31 Mei 2021, capaian KK terdata dapat dicapai secara optimal sesuai dengan target yg telah disepakati bersama,” terangnya.

Beliau melanjutkan bahwasannya saat ini BKKBN juga mengemban amanah yang cukup besar yaitu mendukung upaya Percepatan Penurunan Stunting, “Amanah tersebut diberikan langsung oleh Bapak Presiden kepada BKKBN, Tentunya ini menjadi tanggung jawab kita bersama selaku ASN BKKBN untuk mensukseskan amanah tersebut,” lanjutnya.

Sebagaimana diketahui bahwa akhir 2024, Balita stunting di Indonesia diharapkan lebih dari 14 %. Posisi saat ini (2019) sebesar 27,5 % untuk Jawa Timur 26,9%. “Kemungkinan tahun 2020 ada potensi kenaikan dikarenakan adanya pandemi Covid-19, sehingga tugas kita selama 3,5 tahun ke depan upaya percepatan kita harus benar-benar All-out,” ungkapnya.

Pak Teguh melanjutkan bahwa upaya kita yang harus kita pacu yang utama adalah Program Bangga Kencana. “Dari persiapan untuk menikah remaja di edukasi dengan baik, kemudian masuk ke calon pengantin itu betul-betul harus dipersiapkan agar dapat membangun rumah tangga, mengawal Ibu-ibu yang hamil, kemudian di edukasi agar nanti 6 bulan pada saat kelahirannya ASI eksekutif harus benar-benar paripurna, Juga dikawal sampai usia dua tahun Balita agar Sang Ibu juga tidak lupa untuk ber-KB, artinya percepatan penurunan stunting tidak bisa dilepaskan dari apa yang setiap hari menjadi tugas utama kita sebagai Penyuluh KB,” pungkas Pak Teguh. @red.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here