Workshop “Tentang Kita”, Kaper BKKBN Jatim : Remaja Harus Dipersiapkan Sejak Dini Untuk Jadi Pemimpin

0
95 views

Ket: Drs. Sukaryo Teguh Santoso, M.Pd.

Bangga Kencana || Surabaya –  Perwakilan Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Timur terus berupaya memaksimalkan peran Insan GenRe Jawa Timur sebagai Pendidik Sebaya di Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-Remaja) melalui workshop “Tentang Kita”yang diselenggarakan pada Rabu-Jum’at (19-21 Mei 2021) di Grand Mercure Surabaya.

Dalam kesempatan tersebut, hadir secara langsung Ibu Ketua TP PKK Provinsi Jawa Timur sekaligus sebagai Bunda GenRe Jawa Timur, Arumi Bachsin Emil Dardak, Kepala Perwakilan (Kaper) BKKBN Provinsi Jawa Timur, Drs. Sukaryo Teguh Santoso, M.Pd., didampingi Koordinator Bidang KS-PK, Dra. Suhartuti, M.M.

Dalam kesempatan tersebut Arumi mengungkapkan kekhawatirannya sebagai orang tua yang kelak akan menghadapi anak-anak nya ketika beranjak menjadi remaja, mengingat tantangan untuk menghadapi anak remaja lebih besar karena anak remaja sudah kritis, apalagi dengan adanya teknologi.

Ket: Arumi Bachsin.

“Dahulu, anak dapat tahu dunia satu satunya cara adalah ketika orang tuanya membukakan pintu, orang tuanya mengajak keluar supaya bisa tahu dunia, tetapi sekarang  berbeda, anak sendirian di dalam kamar tanpa harus keluar, hanya dengan lewat jempol dari smartphone, atau gadget yang dimilikinya sudah bisa mengetahui semuanya,” ungkap Arumi.

Hal itu yang menurut beliau membuat anak remaja jaman sekarang bikin orang tua kewalahan. “Karena informasi-informasi unik yang belum tentu orang tuanya tahu anaknya sudah bisa tau, dan inilah akhirnya sering terjadi miss komunikasi, ketika orang tua dan anak tidak dalam fase yang sama,” paparnya

Beliau mengapresiasi BKKBN Jawa Timur yang memaksimalkan peran Insan GenRe sebagai Pendidik Sebaya kepada para remaja di Jawa Timur. “BKKBN telah dengan berbagai cara melalui program-programnya yang menurut saya sangatlah luar biasa, dan saya yakin lambat laun akan membuahkan hasil, saya berharap  ketika anak saya nantinya remaja, remaja-remaja yang ada di sekelilingnya sudah berkualitas seperti adik-adik Insan GenRe ini, sehingga saya sebagai orang tua tidak was-was,” ungkapnya.

ket: Dra.Suhartuti, M.M.

Menurutnya faktor lingkungan, faktor komunikasi, dan pergaulan pada remaja sangat mempengaruhi perkembangan tumbuh kembang seorang remaja. Harapannya melalui teman-teman GenRe ini yang nantinya membantu para remaja untuk mencari jati dirinya, karena pada saat pencarian jati diri anak remaja itu sangat rentan.

“Banyak remaja saat ini terjerat kasus narkoba atau pergaulan bebas, dimana salah satu  motifnya adalah pencarian jati diri, saat pencarian jati diri para remaja akan mempertanyakan aku ini sebenarnya positioningnya dimana, terutama Ketika keluar dari rumah masuk ke dalam lingkungan masyarakat, dan ketika pergaulannya baik maka akan dapat meminimalisir dampak negative seperti narkoba atau pergaulan bebas,” paparnya.

Arumi juga menghimbau kepada para Insan GenRe untuk dapat memaksimalkan media yang tepat dalam menemukan cara komunikasi kepada Remaja sebagai Teman sebayanya, salah satunya dengan memaksimalkan media sosial sebagai sarana sumber informasi yang bermanfaat bagi remaja.

“Rumah bermain Remaja saat ini mayoritas sudah di media sosial seperti tiktok dan Instagram, gimana cara nya temen-temen akan berkomunikasi dan menyampaikan informasi kepada mereka kalau belum tau alamatnya, atau tidak berkunjung ke rumah mereka, Jadi tidak apa apa memaksimalkan tiktok, instagram untuk seru seruan, tapi dengan syarat pergunakanlah platform itu menjadi paltform yang bermanfaat, jadikan media untuk memberikan informasi yang bermutu dan berkualitas,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan rangkaian dari Proyek Prioritas Nasional (Pro PN) BKKBN yaitu Program Penyiapan Perencanaan Kehidupan Berkeluarga Bagi Remaja.

“Setelah sebelumnya kita menyelenggarakan workshop 1000 cara berkomunikasi pada remaja yang mana sasarannya adalah orang tua yang memiliki anak remaja, maka pada kegiatan ini akan fokus pada remajanya, yang dipersiapkan untuk menjadi pendidik sebaya di Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R),” terang pak Teguh.

“Karena memang fokus dalam penguatan remaja kita lakukan melalui pendekatan dua arah yang simultan, yakni pendekatan pada remajanya secara langsung dan pendekatan kepada orang tua remaja,” ungkapnya

Berdasarkan hasil Sensus Penduduk Tahun 2020 Jumlah Penduduk Jawa Timur adalah sebanyak 40,67 juta jiwa, dimana 71,65% dari jumlah tersebut merupakan penduduk usia produktif, artinya Jawa Timur masih dalam masa Bonus Demografi. Sebagian besar dari Jumlah  penduduk tersebut 24,80% merupakan kelompok Generasi Zelenial yang lahir di kurun waktu Tahun 1997-2012, atau dapat dikatakan sebagai kelompok Remaja.

“Agar para remaja ini ke depannya dapat menjadi pemimpin bangsa maupun keluarga yang baik maka harus dipersiapkan dengan baik sejak dini,” terang pak Teguh.

Pak Teguh juga mengungkapkan bahwa untuk menyasar remaja harus dilakukan dengan kekuatan dan pengaruh teman sebayanya serta dengan cara-cara yang relevan dengan remaja. “Oleh karena itu, perlu ada banyak remaja-remaja Indonesia yang tergerak hatinya untuk menjadi pendidik bagi teman sebayanya, yang secara sukarela mau berbagi informasi, menjadi tempat curhat, menjadi teman ngobrol terkait dengan pergaulan, kehidupan, termasuk tentang kesehatan reproduksi yang dialaminya,” pingkasnya.

Kesempatan yang sama, Suhartuti Koordinator Bidang KS-PK selaku Ketua Pelaksana mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk Kerjasama BKKBN dengan Johns Hopkins Center for Communication Programs (JHCCP) melalui pengembangan Kurikulum Pelatihan Pendidik Sebaya dan Modul Pendidik Sebaya yang diberi nama “Tentang Kita”.

“Selain sebagai upaya adaptasi/ penyesuaian substansi, pendekatan, dan metode dengan perubahan lingkungan strategis, dalam setiap tahapan proses pengembangan Kurikulum dan Modul “Tentang Kita” ini sudah melibatkan representasi remaja dari berbagai segmentasi usia. Dengan demikian, semua yang tertuang dalam Kurikulum dan Modul “Tentang Kita” sudah terkonfirmasi oleh remaja sebagai calon pengguna dan calon penerima manfaat,” paparnya.

Menurut beliau Tujuan kegiatan tersebut adalah meningkatkan pemahaman dan penguasaan substansi serta kemampuan mengimplementasikan modul tentang kita bagi pendidik sebaya dalam menguatkan perannya sebagai pendidik sebaya di masing-masing kabupaten dan kota.

”Kegiatan ini akan dilanjutkan dengan kegiatan Sosialisasi “Tentang Kita” di 38 Kab/ Kota pada Minggu ke II bulan Juni 2021, dengan peserta PIK-R Lokus Pro PN, sebagai pembekalan Ketua/ Pengurus PIK-R untuk dapat memberikan 9 materi  sesuai segmentasi usia yang ada di modul. Kegiatan akan dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan Sosialisasi 1001 cara bicara dan Orientasi Pemberdayaan Ekonomi Keluarga Di Kampung KB,” pungkasnya. @red

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here