BKKBN Jawa Timur Gelar Radalgram Triwulan Pertama tahun 2021

0
33 views

Bangga Kencana || Surabaya – Perwakilan Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Timur menggelar Rapat Pengendalian Program dan Anggaran (Radalgram) Program Bangga Kencana secara Hybrid (luring dan daring), Selasa (11/5/2021), di ruang Lestari kantor BKKBN Jawa Timur, jalan Airlangga 31 Surabaya, pukul 09.00 wib.

Kegiatan Radalgram dibuka dan dipimpin langsung oleh Kepala Perwakilan (Kaper) BKKBN Jawa Timur, Drs. Sukaryo Teguh Santoso, M.Pd., dihadiri langsung, sekretaris badan, para pejabat koordinator bidang, dan OPD KB kota/kabupaten hadir secara darling.

Ada 2 isu yang dibahas dalam Radalgram bulan Mei ini, pertama evaluasi capaian kinerja Program Bangga Kencana triwulan pertama (Januari-Maret), dan kedua evaluasi perkembangan Pendataan Keluarga tahun 2021 (PK21).

“Capaian kerja Maret 2021 Jawa Timur pada tingkat nasional capaian cukup baik, on the track. Di tahun 2020 adanya pandemi, berdampak terhadap capaian program Bangga Kencana sehingga beberapa indikator secara umum tidak tercapai. 2021 semoga tercapai dengan baik,” terang pak Teguh.

Terkait PK21 pak Teguh menyampaikan bahwa pada hari ini Keluarga yang sudah terdata sebanyak 55,09 persen. “PK21 hari ini tercatat yang sudah didata, 7.170332 KK, dan akhir Mei bisa tuntas, dengan capaian yang bisa maksimal 100 persen,” ujar beliau.

Kesempatan yang sama, pejabat fungsional koordinator Adpin, Dra Sofia Hanik, M.M., memaparkan hasil kinerja Program Bangga Kencana pada bulan Maret 2021. Cakupan laporan Pencapaian tempat pelayanan KB, Faskes pemerintah, kabupaten/kota memiliki cakupan laporan kurang dari 100 persen antara lain Kota Malang, Kab.Sumenep, Kab.Blitra, Kab.Madiun, Kab.Lumajang, dan Kota Probolinggo. Dan faskes swasta kabupaten/ kota memiliki cakupan laporan kurang dari 100 persen antara lain Kab.Madiun, Kota Malang dan Kota Probolinggo.

Untuk target Peserta Akseptor Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) bulan Maret 2021, Sofia Hanik menerangkan target capaian provinsi sebesar 28,31 persen. “Capaian terendah Kab.Sumenep sebesar 11,02 persen, dan tertinggi adalah kota Batu, sebesar 52,78 persen,” ungkap Sofia Hanik.

Dalam laporannya, Sofia Hanik juga menerangkan capaian peserta KB baru bulan Maret 2021 sejumlah 205.013 Akseptor atau 18,11 persen dari target yang ditetapkan sebesar 1.132.336 akseptor.

Tentang pelaksanaan PK21, ada beberapa permasalahan yang ditemukan antara lain, banyak data yang hilang/ tidak tampil di handphone/ android kader, data di android kader dengan status kosong yang di input sebelum versi 2.2.6, dan kader yang menginput data dapat melebihi dari target yang telah disetting pada aplikasi PWA.

“Dari beberapa kendala, kami telah koordinasi dengan BKKBN Pusat untuk diatasi dan terselesaikan,” ujar Sofia Hanik.

Tentang realisasi anggaran Dana Alokasi Khusu (DAK) Fisik, Non Fisik dan Stunting, Sekretaris BKKBN Jawa Timur, Shodiqin, S.H., M.M., menerangkan per tanggal 11 Mei 2021 penyerapan anggaran BKKBN Jawa Timur sebesar 29,25 persen. “Ditahun 2021 Jawa Timur, mempunyai anggaran Rp. 448 Milyar, dan sudah realisasi Rp. 131 Milyar. Penyerapan anggaran bisa maksimal karena anggaran yang terbesar untuk belanja pegawai,” terang Shodiqin.

“Anggaran penanganan  Stunting sebesar Rp 8,2 Milyar, anggaran yang paling banyak adalah Banyuwangi, Sampang, dan Bondowoso,” terang Shodiqin.

Di pengunjung acara Radalgram, Kaper BKKBN Jatim menyampaikan bahwa dari laporan triwulan pertama, pencapaian 7 indikator kerja cukup baik, dan pencapaian PK21 juga cukup baik. “Daerah yang kurang pencapaian PK 21 akan kita perhatikan,” pungkas pak Teguh. @red.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here